Rabu, 23 November 2016

Jadilah Pelita

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita.
Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok.”
Dengan lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu.”
Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut. Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta.
Dalam kagetnya, ia mengomel, “Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!”
Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.
Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta.
Kali ini si buta bertambah marah, “Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!”
Pejalan itu menukas, “Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!”
Si buta tertegun..
Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, “Oh, maaf, sayalah yang ‘buta’, saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta.”

Si buta tersipu menjawab, “Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya.”
Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.

Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta kita.
Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun, “Maaf, apakah pelita saya padam?”
Penabraknya menjawab, “Lho, saya justru mau menanyakan hal yang sama.”
Senyap sejenak.

secara berbarengan mereka bertanya, “Apakah Anda orang buta?”
Secara serempak pun mereka menjawab, “Iya.,” sembari meledak dalam tawa.
Mereka pun berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.

Pada waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta.
Timbul pikiran dalam benak orang ini, “Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat jalan mereka.”
Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!).

Si buta pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin, keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya sendiri. Dalam perjalanan “pulang”, ia belajar menjadi bijak melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf.

Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran, yang kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk “membuta” walaupun mereka bisa melihat.

Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Mereka bisa menjadi guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau jadi buta, sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu.

Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita. Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah pentingnya untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin bijaksana.
Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan.

Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing? Jika sudah, apakah nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA, bagi diri kita sendiri dan sekitar kita.

Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan: Sejuta pelita dapat dinyalakan dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup. Pelita kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi.

Bila mata tanpa penghalang, hasilnya adalah penglihatan. Jika telinga tanpa penghalang, hasilnya adalah pendengaran. Hidung yang tanpa penghalang membuahkan penciuman. Fikiran yang tanpa penghalang hasilnya adalah kebijaksanaan.

Cangkir Yang Cantik

Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat cangkir itu,” kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara “Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata “belum !” lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata “belum !”

Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.

Wanita itu berkata “belum !” Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.

Garam Dan Telaga

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.

Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar Pak tua itu.

“Pahit. Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.
Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.

Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. “Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”.
“Segar.”, sahut tamunya.
“Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?”, tanya Pak Tua lagi.
“Tidak”, jawab si anak muda.

Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.

“Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”
Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. “Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”

Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan “segenggam garam”, untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.

Penjara Pikiran

Seekor belalang lama terkurung dalam satu kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya, dengan gembira dia melompat-lompat menikmati kebebasannya.
Di perjalanan dia bertemu dengan belalang lain, namun dia heran mengapa belalang itu bisa lompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.
Dengan penasaran dia bertanya,

“Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh dariku,padahal kita tidak jauh berbeda dari usia maupun ukuran tubuh?” Belalang itu menjawabnya dengan pertanyaan,
“Dimanakah kau tinggal selama ini? Semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan.”

Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang telah membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.

Sering kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang tersebut. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan beruntun, perkataan teman,tradisi, dan semua itu membuat kita terpenjara dalam kotak semu yang mementahkan potensi kita.

Sering kita mempercayai mentah-mentah apa yang mereka voniskan kepada kita tanpa berpikir dalam bahwa apakah hal itu benar adanya atau benarkah kita selemah itu? Lebih parah lagi, kita acap kali lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.

Tahukah Anda bahwa gajah yang sangat kuat bisa diikat hanya dgn tali yang terikat pada pancang kecil? Gajah sudah akan merasa dirinya tidak bisa bebas jika ada “sesuatu” yang mengikat kaki nya, padahal “sesuatu” itu bisa jadi hanya seutas tali kecil…

Sebagai manusia kita mampu untuk berjuang, tidak menyerah begitu saja kepada apa yang kita alami. Karena itu, teruslah berusaha mencapai segala aspirasi positif yang ingin kita capai. Sakit memang, lelah memang,tapi jika kita sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar. Pada dasarnya, kehidupan kita akan lebih baik kalau kita hidup dengan cara hidup pilihan kita sendiri, bukan dengan cara yang di pilihkan orang lain untuk kita.

Sebuah Batu Kecil



Di suatu daerah pegunungan, sesosok pemuda sedang mempersiapkan bekal untuk perjalanan ke desa lain. Desa itu cukup jauh, harus melawati hutan-hutan dan gua. Pemuda itu hanya mampu membawa bekal untuk sekali perjalanan.
Saat pemuda itu memulai perjalanan, ia bertemu pengemis tua dengan pakaian penuh robek dan kumuh. Karena pemuda itu hanya mempunyai bekal secukupnya, dia pura-pura tidak melihat pegemis tua tersebut, dan berjalan melewatinya.
Tiba-tiba sang pengemis tua itu berkata, “Hai pemuda, ketika engkau melawati sebuah gua, ambil batu disekitarmu sebanyak-banyaknya!”
Pemuda itu cukup kaget, akan tetapi dia tetap tidak memperhatikannya, “alah, dasar pengemis, mau minta perhatian saja, paling dia mau minta sedekah.” Pikirnya.
Perjalanan pemuda itu dilanjutkan hingga hari sudah mulai malam. Ia pun harus mempercepat perjalanannya, karena dia harus melewati sebuah gua yang sangat gelap.
Ketika masuk ke dalam gua, ia teringat akan pesan pengemis tua. “ah, ngapain saya menuruti kata-kata pengemis tua itu!, lagipula ngapain saya harus membawa batu-batu di gua ini, menambah beban saya aja, mungkin pengemis itu sudah gila kali” keluhnya. Pemuda itu berjalan sambil meraba-raba karena gelapnya gua itu.
Sesaat kemudian di berfikir kembali, “Mungkin ada benarnya kata pengemis tua itu…” ia mulai penasaran dengan pesan pengemis tadi. Pemuda itupun mengambil sebuah batu kecil dan dimasukan ke saku celana.
Perjalanan panjang telah ia lalui, setelah melewati gua, ia mengarungi lembah, melewati gunung, hingga ta terasa bekal habis. Ia memaksa berjalan, walau perut kelaparan.
Akhirnya ia sampai juga di desa tujuannya, dan langsung ambruk tertidur di bawah sebuah pohon. Ia tertidur pulas. Tak lama kemudian, disaat berganti posisi, ia bangun, terasa ada yang mengganjal di celananya. “Ah, dasar bodohnya aku ini, aku membawa kemana-mana batu kecil tak berguna ini, menuruti kata-kata pengemis gila itu! Ku buang aja!” katanya dengan kesal.
Ketika akan membuang batu itu, terlihat batu itu berkilauan, memantulkan cahaya. Mata pemuda itu langsung terbelalak. “hah….., batu ini emas!” matanya melototi batu yang dipegangnya.
“ah…., andaikan saja……”

SESUNGGUHNYA KITA ADALAH SEORANG PEMENANG


Pesan dan catatan ini untuk semua orang khususnya bagi orang yang merasa dirinya selalu gagal dan merasa perjuanganya tidak pernah menuai hasil…
Shob,, yang harusnya kita ketahui adalah bahwa “KEKALAHANLAH YANG MENGAWALI KEMENANGAN DAN KEGAGALANLAH YANG MENGAWALI KEBERHASILAN”
Di dunia ini semuanya butuh perjuangan, perjuangan belum tentu menghasilkan kemenangan, kadang perjuangan menghasilkan sebuah kegagalan/kekalahan yang seharusnya lebih pantas disebut dengan “PENGALAMAN”…

Tanpa adanya pengalaman (kekalahan) seseorang takkan mampu berusaha untuk meraih kemenangan, tapi dengan perjuangan dan pengalamanlah seseorang akan mampu meraih impian dan kemenangan…
Seseorang takkan bisa mengetahui arti kemenangan yang sesungguhnya sebelum ia pernah merasakan kekalahan sebelumnya Karena dengan kekalahan itulah yang menjadikan keberhasilan menjadi kemenangan, kemenangan menjadi kesuksesan dan menjadikan kesuksesan sebuah “PENGALAMAN” yang malah biasanya kita sebut sebagai “KEKALAHAN” dan pengalaman itulah yang sebenarnya kita butuhkan.
JANGAN MUDAH PUTUS ASA, hanya karena kita dicap sebagai yang “KALAH” (padahal scra tdk lngsung hal itu menunjukkan bhwa kita dicap sebagai yang “BERPENGALAMAN”)

Lagi dan lagi perlu kita ketahui bhwa kekalahan itulah yang sebenarnya mengawali kemenangan.
“seseorang takkan tahu manisnya madu, sebelum ia pernah merasakan pahitnya daun singkong– atau apalah yg pahiiiit pokoknya—“
“dan seseorang takkan tahu betapa berharganya sebuah kemenangan(keberhasilan) sebelum ia pernah merasakan sebuah kekalahan(kegagalan).
“JANGANLAH ENGAKAU BANYAK TERSENYUM KARENA KEMENANGAN SEBELUM KAU BISA MENERIMA KEKALAHAN DENGAN SEBUAH SENYUMAN”
Hidup ini memang penuh perjuangan,, tapi berjuang bukan hanya karna untuk sekedar menang, tapi berjuang untuk mencari sebuah pengalaman.
Teruslah berjuang!!!!
Semangatlah dalam hidupmu!!!
Yaqinlah bahwa kamu adalah seorang pemenang…
“PEMENANG ADALAH SESEORANG YANG MAMPU MENERIMA KEKALAHANNYA DENGAN SENYUMAN”
jangan mudah menyerah hanya karna sebuah masalah yang walaupun itu terhitung BERAT bagimu & kamu merasa tidak ada yang bisa ngertiin kamu dan masalahmu..
terimalah masalah itu sebagai pengalaman, jadilah seorang PEMENANG dengan cara menerima masalah itu dengan senyuman..
kamu harus tau dan kamu harus berjuang…!! Kamu harus berjuang demi orang-orang yang kamu sayangi… dan kamu harus berjuang demi orang-orang yang menyayangimu!!!
“SEKALI LAGI… JANGAN MUDAH PUTUS ASA TERIMALAH KEGAGALAN DENGAN LAPANG DADA, KARNA ITULAH KUNCI UNTUK KITA MERAIH KEBERHASILAN!!”

Tataplah Masa Depan, Hiduplah Sekarang dan Bukan Di Masa Lalu



tataplah masa depan
Ilustrasi

Ini bukan sebuah cerita belaka, namun sebagain dari kita memang mengalami hal seperti ini di dalam kehidupan ini. Kita seolah tidak memiliki gairah yang besar untuk sebuah keberhasilan, dan seakan-akan hanya menjadi seorang penggembira saja di berbagai kesempatan baik yang kita temukan di dalam kehidupan kita.
Di saat sebagian orang berpacu untuk meraih dan mengejar mimpi-mimpi mereka akan masa depan yang cerah, beberapa yang lainnya justru hanya berada di titik yang sama untuk beberapa waktu yang cukup panjang. Mereka tetap hidup dan menjalani hidup sebagaimana yang lainnya, namun mereka tidak pernah beranjak dan selalu berada pada titik yang sama, meskipun mereka memiliki kesempatan yang luas untuk melakukannya. Lalu, apa yang sebenarnya sedang kita lakukan?

Tidak menerima kenyataan dengan hati lapang

Ada banyak orang yang mengalami kegagalan, bahkan meski pada akhirnya mereka berhasil dalam sebuah bidang, namun mungkin saja mereka telah mengalami berbagai kegagalan sebelum meraih keberhasilan tersebut di dalam genggaman. Hal ini bisa dialami siapa saja, bahkan oleh kita juga. Namun yang kemudian menjadi pembeda adalah bagaimana kita menyikapi dan menerima kegagalan tersebut sebagai sebuah hal yang positif untuk kehidupan kita saat ini, atau bahkan untuk kehidupan kita di masa yang akan datang.

Meski menyadari kegagalan yang telah terjadi, sebagian dari kita memilih untuk tetap berada di sana dan tidak beranjak ke mana-mana. Membiarkan diri selalu terpuruk dan seolah berupaya untuk mengingkari kegagalan yang telah terjadi, itulah hal yang sering kita lakukan. Bersikap seolah semuanya baik-baik saja, dan menyamankan diri pada kegagalan-kegagalan yang sama. Kita tidak pernah benar-benar bangkit dan memberi kesempatan diri kita sendiri untuk menjadi lebih baik lagi. Ini tentu sebuah tindakan yang salah, bahkan sangat fatal.

Belajarlah untuk menerima kenyataan dan kegagalan yang mungkin saja pernah kita alami di masa lalu. Jangan selalu menyalahkan diri atas hal tersebut, sebab ini akan selalu membuat kita marah dan tidak pernah tenang dalam menjalani kehidupan. Cobalah untuk memaafkan diri sendiri dan berdamai dengan semua masa lalu yang telah terjadi, bahkan berbagai hal terburuk sekalipun yang pernah kita alami.

Tataplah masa depan dengan berani dan rasa percaya diri yang tinggi

Jangan menghukum diri sendiri atas berbagai masalah yang pernah terjadi, sebab hal ini akan membuat kita selalu hidup di bawah bayang-bayang masa lalu yang kelam. Hidup hanya sekali maka tataplah masa depan, karena sangat mubazir jika dilewatkan dengan meratapi masa lalu, bukan?
Nikmati saja apa yanga ada sekarang dan milikilah sebuah harapan untuk masa yang akan datang. Beranjak dan meninggalkan masa lalu adalah sebuah pilihan yang tepat, jika kita memiliki keinginan untuk berubah dan menjadi seseorang yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Mulailah untuk memberikan diri sendiri sebuah kesempatan yang lain, agar kita bisa memulai sebuah lembaran baru  di dalam hidup kita. Rasa percaya diri yang kita miliki akan sangat membantu untuk bisa bangkit dan memperbaiki berbagai hal buruk dan juga kegagalan yang kita alami di masa silam. Hiduplah di masa sekarang dan bukan di masa lalu yang gagal dan selalu penuh dengan berbagai hambatan. Bahkan meski di masa lalu kita teramat sangat gagal, namun akan tetap selalu ada kesempatan di masa sekarang dan masa yang akan datang.

Berperilaku dan Berkata Jujur jalan Menuju Sukses

Berperilaku dan Berkata Jujur jalan Menuju SuksesSalah  satu  rahasia  sukses  para  wirausahawan  adalah  mereka dalam  menjalankan  usaha  dan  kehidupan  pribadi.  Mereka  mampu  bersikap  jujur  kepada  siapa  saja,  baik  partner  kerja  ataupun  customer.  Dengan bersikap  jujur,  maka  seorang  wirausaha  akan  dihargai  dan  dihormati  oleh orang  lain.  Kejujuran  adalah  salah  satu  kunci  kesuksesan  seorang  wirausaha.  Kejujuran  akan  mengantarkan  kesuksesan  bagi  para  wirausaha.  Hal ini  akan  mempermudah  seseorang  dalam  mencari  relasi,  donatur,  partner kerja,  dan  customer.
Kejujuran  yang  dilakukan  oleh  seorang  wirausaha  akan  membuat para  karyawan,  partner,  dan  semua  orang  yang  terlibat  dalam  pekerjaan bahkan  kehidupan  pribadi  akan  dipercaya  dan  dihargai  oleh  orang  lain. Kepercayaan  dari  orang-orang  akan  membantu  seorang  wirausahawan dalam  menggapai  kesuksesannya  tentunya  dengan  bantuan  orang  lain.
Pentingnya  kejujuran  dalam  berwirausaha  sangatlah  ditekankan. Matsushita  Konosuke  seorang  tokoh  perintis  perekonomian  Jepang yang  mampu  sukses  karena  kejujurannya.  Terlahir  sebagai  seorang  anak di  keluarga  yang  tidak  mampu,  tetapi  kenyataan  tersebut  tidak  membuat Matsushita  Konosuke  menjadi  pesimis. Saat  berusia  sembilan  tahun,  ia  bekerja  menjadi  pekerja  di  sebuah toko  sepeda  di  Senba,  Osaka.  Sebelumnya,  Konosuke  sempat  menjadi  perawat  bayi  selama  tiga  bulan  hingga  memutuskan  untuk  keluar  dan  bekerja pada  toko  sepeda.
Suatu hari  seorang  pelanggan  menanyakan  prosedur  pembelian sepeda.  Karena  majikannya  sedang  pergi,  Konosuke  lalu  mengunjungi  calon pembeli  itu.  Calon  pembeli  itu  bersedia  membeli  sebuah  sepeda  bila  diberi rabat  sebesar  sepuluh  persen.  Ketika  Konosuke  menyampaikan  kepada majikannya,  majikannya  hanya  bisa  member!  rabat  sebesar  lima  persen.
Konosuke  berusaha  membujuk  majikannya  dengan  berbagai  cara,  tetapi tidak  berhasil.  Ketika  Konosuke  memberitahukan  kepada  calon  pembeli tadi  dan  menceritakan  upaya  yangdilakukannya  dalam  membujuk  majikannya,  pembeli  tadi  akhirnya  bersedia  membeli  sepeda  dengan  rabat  lima persen  dan  menyatakan  kesediaan  sebagai  pelanggan  selama  Konosuke tetap  bekerja  di  toko  sepeda  itu.
Belajar  dari  pengalaman  tersebut  Konosuke  menyadari  sepenuhnya akan  pentingnya  bekerja  keras  dan  sungguh-sungguh  dalam  berusaha  dan sifat  ramah  disertai  tanggung jawab  adalah  kunci  dari  keberhasilan.  Suatu ketika  Konosuke  menemukan  seorang  karyawan  yang tidak jujur.  Konosuke lalu  memberitahukan  hal  itu  kepada  majikannya  dan  meminta  karyawan tersebut  agar  dipecat,  tetapi  majikannya  tidak  setuju.  Konosuke  lalu  mengancam  akan  mengundurkan  diri  bila  karyawan  tersebut  tidak  dipecat.  Maikannya  akhirnya  menyetujui  permintaan  Konosuke.  Hal  itu  dilakukan  oleh Konosuke  karena  baginya  kejujuran  sangat  penting  dalam  bekerja.  Dengan sikap  yang  demikian  akan  berpengaruh  kepada  kepercayaan  pelanggan dan  kesinambungan  antara  penjual  dan  pembeli.
Kejujuran  seorang  Konosukelah  yang  membuat  dirinya  sukses  dan banyak dikagumi  orang-orang.  ia juga  dipercaya  untuk  menjadi  perintis  perekonomian  Jepang.  Kejujuran  yang  dilakoni  oleh  Konosuke  dalam  bekerja dan  kehidupan  pribadinya  membuat  orang-orang  percaya  pada  dirinya, baik  itu  keluarga,  karyawan,  partner,  dan  donatur  kerja  dalam  usahanya.
Kisah  Kejujuran  yang  Menyelamatkan  Jiwa
Di  sebuah  desa  terpencil  di  pinggiran  kota,  tinggallah  seorang  anak laki-laki  bersama  6  saudaranya.  Kehidupan  keluarga  ini  terlihat  sangatlah sederhana  bahkan  dapat  tergolong  sebagai  orang  yang  tidak  mampu. Orang  tuanya  hanya  seorang  buruh  tani,  kakak  dan  adiknya  semua  masih bersekolah  sementara  ibunya  hanya  seorang  ibu  rumah  tangga  yang  hanya
mengurusi  keluarga.  Untuk  membantu  keuangan  keluarganya  setiap  hari selepas  pulang sekolah,  ia  pergi  ke  pasar  untuk  berjualan  asongan.
Pada  suatu  hari  saat  anak  ini  sedang  menjajakan  dagangannya,  tiba-tiba  ia  melihat  sebuah  bungkusan  kertas  koran  yang cukup  besar,  terjatuh di  pinggir  jalan.  Diambilnya  bungkusan  tersebut  kemudian  dibuka.  Namun betapa  kaget  dan  terkejutnya  ia,  ternyata  isi  bungkusan  tersebut  berisi uang  dalam  nominal  besar.  Akan  tetapi bukan kebahagian yang ia rasakan oleh anak muda tersebut justru ia merasa iba dan kasihan terhadap orang yang kehilangan uang tersebut. tidak terlintas sedikit pun pemikirannya untuk mengambil uang tersebut untuk dirinya dan keluarga. padahal uang tersebut jumlahnya dapat mengangkat derajat perekonomian keluarga mereka. karena telah terlatih sejak kecil akan kejujuran yang diajarkan oleh keluarganya, ia pun memutuskan untuk mengembalikan kepada pemiliknya  tersebut.
Anak  tersebut  pun  segera  mencari  pemilik  dan  bungkusan  tersebut. Setelah  lama  mencari  bahkan  ia  menginformasikan  kepada  orang-orang, hingga  datanglah  seorang  ibu  setengah  baya  bersama  dengan  seorang satpam  datang  menemuinya.  Dengan  bergegas  ibu  tersebut  berkata  “Dik, bungkusan  itu  milik  ibu,  isi  bungkusan  itu  adalah  uang”.  Ibu  setengah  baya
itu  pun  menjelaskan  asal-usul  dan  tujuan  dari  uang tersebut.  Ternyata  uang tersebut  adalah  hasil  penjualan  harta  benda  yang  dimiliki  oleh  keluarga ibu  tersebut  untuk  mengobati  anaknya  yang  saat  ini  sedang  terbaring sakit  parah  di  rumah  sakit  dan  membutuhkan  uang  tersebut  untuk  biaya operasi  dan  biaya  rawatnya  untuk  kesembuhan  sang  anak.  Ibu  tersebut rela  menjual  harta  bendanya  demi  anaknya.
Mendengar  penuturan  sang  ibu  tersebut  sang  anak  pun  menjadi kagum  dan  percaya  akan  kejujuran  ibu  tersebut  dan  memutuskan  untuk memberikan  uang  yang  ia  temukan  kepadanya.  Setelah  diberikan,  sang ibu  mengucapkan  banyak  terima  kasih  kepada  sang  anak,  kemudian anak  tersebut  diajak  untuk  menengok  anak  dari  ibu  tersebut  di  rumah sakit.  Setelah  menyaksikan  sendiri  keadaan  di  rumah  sakit,  anak  tersebut menangis dan terharu akan perjuangan sang ibu.Sepulang dari rumahsakit, anak  tersebut  menceritakan  kepada  ibunya.  Sang  ibu  pun  memberikan Pujian  kepada  anaknya  karena  kemuliaan  hatinya  dengan  bersikap  jujur seraya  mengatakan,  “Benar  anakku,  kamu  tidak  boleh  mengambil  barang milik orang  lain,  walaupun  itu  di  jalanan,  karena  barang  itu  bukan  milik kita. ibu sangat bangga padamu nak, walaupun kita miskin namun kamu kaya akan kebaikan dan kejujuran. untuk apa kita memiliki kekayaan yang melimpah, sementara kita harus mengorbankan nyawa orang lain. kamu sungguh anak yang baik nak ibu sangat bersyukur mempunyai anak sepertimu.
Hari  ini  ibu  percaya,  kamu  sudah  menyelamatkan  satu jiwa  melalui  kebaikan  dan  kejujuranmu,  kamu  harus  jaga  terus  kejujuran mu,  karena  kejujuran  dapat  menyelamatkan  banyak  orang  dan  kejujuran adalah  mata  uang  yang  berlaku  di  mana-mana.  Apa  yang  bukan  milik  kita, pantang  untuk  kita  ambil”. Sebuah  pelajaran  yang  sangat  berharga  yang  dapat  kita  ambil  dari kisah  seorang  anak  dengan  kejujurannya.  Bayangkan  saja,  jika  seorang anak  tersebut  tidak  jujur  dan  membawa  lari  uang  tersebut,  maka  tentu anak  dari  sang  ibu  akan  meninggal  dunia  karena  tiada  biaya  untuk  berobat.
Begitu  juga  dengan  kehidupan  ini,  di  mana  ujian-ujian  terhadap  kejujuran di  pertaruhkan,  dan  parahnya  adalah  banyak  orang  yang  tidak  berani  atau enggan  untuk  jujur  demi  kepentingan  mereka,  padahal  tindakan  itu  nyata salah  di  depanhya.
Menjadi    seorang  wirausahawan    juga    harus    selalu    jujur    dalam menjalankan  usahanya.  Kiranya  seperti  apa  yang  dilakukan  oleh  Konosuke yang  sukses  disebabkan  mendapat  kepercayaan  dari  orang-orang,  bahkan membuat  dirinya  sebagai  tokoh  legendaris  Jepang  yang  tidak  lain  disebabkan  kejujurannya  dalam  bekerja  dan  menjalani  hidupnya.  Dengan  bersikap jujur  Anda  akan  dipercaya  oleh  orang  lain  sehingga  orang-orang  akan  kagum  dan  suka  bekerjasama  dengan  Anda,  baik  itu  karyawan,  partner, atau  donatur  dalam  perusahaan  yang  Anda  kelola.  Untuk  itu  bersikap  dan berbuat jujurlah  dalam  keadaan  apapun,  dan  jangan  sekali-kali  berbohong karena  sekali  Anda  berbohong,  maka  Anda  akan  berbohong  untuk  seterusnya.  Tentunya  mencegah  lebih  baik  dari  mengobati,  untuk  itu  mulailah perubahan  dari  sekarang.

17 Tips Mengatasi Stress Dalam Hidup dan di Tempat Kerja

7934993362_bb21ae7122_o
Stress adalah keadaan jiwa yang paling populer di abad ini. Coba anda ingat-ingat kembali berapa banyak orang yang anda jumpai mengatakan bahwa mereka sedang mengalami stress atau mungkin anda sendiri sedang mengalaminya?
Stress bukan suatu penyakit, tetapi jika anda tidak dapat mengatasinya dalam waktu tertentu, anda akan terkena banyak masalah kesehatan.
Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa :
– Lebih dari 40 juta orang di Eropa atau setidaknya 1 dari 3 orang pekerja mengatakan bahwa mereka mengalami stress di tempat kerja.
– Stress di tempat kerja adalah masalah kedua yang sering terjadi disamping masalah sakit punggung.
– Dari hasil survei juga dikatakan bahwa lebih dari seperempat pekerja absen selama 2 minggu (akumulasi) dalam setahun karena masalah kesehatan yang diakibatkan oleh stress.
Mohon maaf karena saya belum mendapatkan hasil survei di Indonesia, tapi kurang lebih saya perkirakan sama.
Sebelumnya saya akan sampaikan beberapa hal utama yang dapat menyebabkan stress di tempat kerja :
– Kondisi kerja yang selalu berada di bawah tekanan
– Ketidakjelasan tugas yang diberikan
– Permintaan barang yang sangat tinggi
– Kurangnya perencanaan kerja
– Adanya ancaman di kalangan karyawan
– Teriakan dan makian para konsumen
– Teman kerja yang selalu mengganggu
– Ketidaknyamanan fisik, seperti suara mesin yang ribut, ventilasi yang kurang dsb.
– dan yang paling buruk, tidak adanya perbaikan untuk mengatasi masalah-masalah diatas.
Hal-hal ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan fisik dan mental seperti : depresi, gelisah, gugup, tidak dapat fokus untuk waktu yang lama dan keletihan yang berkepanjangan.
Jika ada hal-hal diatas yang anda rasakan …. hmmm, saya rasa anda perlu segera merubah aktivitas anda sehari-hari baik di tempat kerja maupun di hidup anda secara keseluruhan.
Berikut adalah 9 tips mengatasi stress di tempat kerja :
1. Rencanakan dengan baik aktivitas anda : apa, mengapa, bagaimana, kapan dan siapa yang bertanggung jawab terhadap tugas-tugas. Penting sekali untuk membuat perencanaan bukan hanya jangka panjang tapi juga jangka pendek (rencana bulanan, rencana harian).
2. Pastinya anda di masa lalu pernah mengalami masalah-masalah di tempat kerja. Coba ingat-ingat kembali adakah cara-cara yang dapat anda gunakan untuk mengatasi masalah yang anda hadapi saat ini.
3. Ikutlah membangun iklim kerja yang menyenangkan, yaitu dengan bersikap terbuka dan berkomunikasi dengan sesama rekan kerja.
4. Pastikan anda mengerti terhadap tugas dan tanggung jawab anda, serta jangan ragu untuk bertanya.
5. Lakukan beberapa kali break untuk beberapa menit selama anda bekerja. Santai dan JANGAN MELAKUKAN APAPUN. Ambil nafas dalam-dalam.
6. Miliki sikap toleransi kepada sesama rekan kerja. Ingatlah bahwa masing-masing orang adalah pribadi yang unik, sebagai contoh : beberapa orang justru berprestasi lebih baik di bawah tekanan sementara sebagian yang lain membutuhkan waktu lebih banyak untuk menyelesaikan pekerjaannya.
7. Delegasikan sebagian tanggung jawab anda kepada anak buah anda.
8. Pertahankan semangat tim anda, misalnya dengan melakukan perayaan-perayaan kecil, berolahraga atau berekreasi bersama.
9. Sediakan lingkungan kerja yang baik. Minimalkan gangguan-gangguan seperti suara, ventilasi, cahaya dan suhu.
Disamping stress di tempat kerja, di kehidupan secara umum kita pun dapat mengalami stress dengan beberapa alasan.

Berikut adalah 8 tips mengatasi stress dalam kehidupan :

1. Lakukan pemijitan tubuh (body massage), karena pemijitan baik sekali untuk relaksasi dan penormalan tekanan darah. Setelah pemijitan, anda akan mengalami perbaikan kualitas tidur yang tentu saja akan memulihkan lebih baik keletihan anda.
2. Berolahraga teratur merupakan hal yang sangat penting dalam memerangi stress. Berolahraga akan memobilisasi otot-otot kita, mempercepat aliran darah dan membuka paru-paru untuk mangambil lebih banyak oksigen. Dampaknya anda akan memperoleh tidur yang lebih nyenyak dan kesehatan yang lebih baik.
3. Lakukan hobi anda, seperti memancing, mendaki gunung atau apapun yang anda senangi. Anda bisa juga melakukan petualangan yang belum pernah anda alami sebelumnya seperti berarung jeram misalkan.
Melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini dapat menghilangkan pikiran yang menyebabkan stress.
4. Banyak asumsi yang mengatakan bahwa bir, anggur atau whiskey dapat menghilangkan stress. Pada kenyataannya, air putih lah yang dapat menghilangkan stress. Penelitian menunjukkan bahwa minum segelas atau 2 gelas anggur memang dapat menyebabkan kita relax saat itu, tetapi setelah efek alkoholnya hilang, stress kemungkinan besar akan membangunkan anda di tengah malam.
Dengan banyak minum air putih akan membantu memulihkan tubuh kita dari kekurangan cairan, karena kekurangan cairan dapat menimbulkan keletihan.
5. Lakukan meditasi. Para ahli kesehatan mengatakan bahwa alat yang sangat ampuh dalam mengatasi stress adalah meditasi. Meditasi sangat membantu membersihkan pikiran kita dan meningkatkan konsentrasi. Telah terbukti bahwa meditasi selama 15 menit sama dengan kita beristirahat selama 1 jam. Meskipun anda hanya melakukan meditasi selama 2 menit, tetap akan cukup membantu.
Meditasi akan sangat membantu anda melupakan hal-hal yang dapat menyebabkan stress.
6. Ketika seseorang mengalami stress, suatu reaksi yang alamiah jika orang tersebut kemudian melampiaskannya dengan mengkonsumsi banyak makanan. Perlu anda ketahui bahwa mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat tinggi dapat meningkatkan kadar insulin di dalam tubuh, dimana insulin ini dapat membuat tubuh menjadi cepat lelah dan mood anda menjadi jelek.
7. Seks adalah penyembuhan yang sangat baik untuk menghilangkan stress. Banyak dokter mengatakan bahwa seks adalah cara yang luar biasa dalam meredam kemarahan dan stress.
8. Jika tubuh kita sedang lelah, tidak mudah bagi kita dalam mengendalikan stress. Tidak cukup tidur akan mempengaruhi keseluruhan hari kita, dan biasanya kita mengalami hari yang buruk karena kurang tidur menyebabkan kita tidak dapat berkonsentrasi dan melihat suatu permasalahan lebih buruk dari yang seharusnya. Tidur yang baik bagi orang dewasa adalah 7 jam sehari.

Kunci Sukses Bisnis: Memahami Keinginan dan Kebutuhan Pelanggan

Secara umum, tujuan didirikannya perusahaan bisnis adalah untuk mendapatkan keuntungan. Dan satu-satunya sumber keuntungan tersebut adalah pelanggan. Semua kegiatan penjualan, produksi, dan pemasaran memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menarik minat pelanggan agar membeli produk dan jasa mereka dalam rangka untuk membawa keuntungan perusahaan.
Namun demikian, tidak semua perusahaan mengetahui dan memahami pelanggan mereka sepenuhnya dengan baik. Beberapa perusahaan gagal untuk mengambil waktu untuk mengenal pelanggan mereka dan berhubungan dengan mereka.

Memahami Kebutuhan Pelanggan

Pepatah yang mengatakan bahwa pelanggan adalah jalur kehidupan bisnis memang benar. Mereka mendefinisikan bisnis dan perusahaan yang sangat tergantung pada kebutuhan mereka untuk sebagian besar penjualan dan kegiatan pemasaran. Rahasia bisnis yang solid dan sukses adalah untuk menempatkan pelanggan di jantung bisnis dan membuat mereka merasa menjadi bagian penting dari perusahaan Anda. Sebuah cara yang efektif untuk melakukan ini adalah untuk mengetahui apa yang pelanggan inginkan dan memahami kebutuhan pelanggan.

Hubungan Pelanggan

Unsur yang paling penting dalam bisnis adalah konsep hubungan pelanggan. Dalam pendekatan ini, cara terbaik yang harus digunakan adalah komunikasi dua arah. Tujuan dari hubungan pelanggan adalah untuk membuat pelanggan merasa dihargai, mengidentifikasi kemungkinan masalah dan untuk mengetahui kebutuhan yang muncul yang mungkin berguna dalam melayani pengembangan produk masa depan.
Ketika berhadapan dengan pelanggan, Anda perlu untuk memulai pembicaraan dan mendorong interaksi. Tanyakan kepada mereka pertanyaan-pertanyaan untuk mengetahui apakah mereka puas dengan produk atau jika ada masalah yang mereka alami. Mereka mungkin juga menawarkan saran untuk membuat bisnis Anda lebih baik.
Komentar pelanggan harus didengarkan, diperhatikan, dan ditindaklanjuti. Pelanggan yang mengeluh tentang produk atau jasa hanya berarti bahwa mereka khawatir tentang cara Anda melakukan bisnis dan mereka ingin Anda untuk memperbaikinya. Selalu terbuka dengan keluhan pelanggan merupakan tantangan bagi perusahaan untuk tumbuh dan meningkatkan ke arah yang positif.

Penelitian Pelanggan

Memahami kebutuhan pelanggan dengan melakukan analisis perilaku konsumen akan membantu perusahaan mendefinisikan dan menciptakan peluang pasar baru yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi untuk pertumbuhan pendapatan dalam organisasi. Dengan perkembangan ekonomi yang berubah dengan cepat dan teknologi yang dinamis, pelanggan juga mengamati perubahan yang cepat dalam selera pribadi dan preferensi.
Tidak seperti masa lalu, pelanggan semakin sulit untuk diprediksi karena sifat mereka yang sangat dinamis saat ini. Jadi, perusahaan harus melakukan riset pasar secara reguler dengan data dan informasi berdasarkan perkembangan tren terbaru. Dengan penelitian, bisnis Anda akan mampu menghasilkan strategi pemasaran yang baru dan mendapatkan berbagai informasi penting yang dapat mendorong kemajuan.
Pada dasarnya, kedua jenis penelitian pelanggan bersifat kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kualitatif ini dilakukan melalui proses mendalami individu atau diskusi kelompok dengan pelanggan. Penelitian kuantitatif didasarkan pada penggunaan pertanyaan standar atau kuesioner survei di mana hasil yang dihasilkan mudah dipelajari atau dianalisis. Penelitian pelanggan tidak hanya ditujukan untuk pelanggan yang sudah ada, tetapi juga mencakup target pasar potensial.

Berbisnis dengan Pelanggan

Jika pelanggan Anda merasa mudah untuk melakukan bisnis dengan perusahaan Anda, maka mereka akan merasa bahwa Anda tahu apa yang pelanggan Anda butuhkan dan harapkan dari Anda sebagai penyedia layanan dan produk mereka. Sebagai penyedia layanan handal, staff pada perusahaan Anda harus memiliki pengetahuan tentang produk dan jasa yang ditawarkan, serta knowledge management. Pelanggan berharap untuk berinteraksi dengan orang-orang bisnis yang tahu apa yang mereka lakukan dan produk atau layanan yang mereka promosikan. Pastikan bahwa seluruh staff perusahaan Anda terlatih dan dilengkapi dengan pengetahuan produk yang dibutuhkan sehingga mereka dapat dengan cepat merespon permintaan pelanggan.
Pelanggan menghargai sebuah perusahaan yang menawarkan mereka pilihan dan alternatif, terutama ketika perwakilan perusahaan membuat mereka merasa dihargai dan diutamakan, sehingga membuat pelanggan merasa penting dengan perlakuan khusus.

6 Cara Mudah Menghilangkan Rasa Malas

Cara menghilangkan rasa malas sebenarnya tidak terlalu sulit. Akan tetapi, memang seringkali sangat sulit dilakukan jika di dalam diri Anda sendiri tidak ada keinginan untuk menghilangkannya. Sebab kemalasan juga terkadang menghalangi diri Anda untuk melakukan segala cara agar Anda bisa menghilangkannya. Mulailah untuk membangun kesadaran dalam diri bahwa Anda ingin berubah dan Anda sangat membenci malas karena jika diri Anda sendiri tidak berniat menghilangkan malas, tentu saja cara apapun tidak akan mempan untuk Anda lakukan.
Rasa malas tentu saja merupakan suatu kerugian. Anda tidak akan pernah menyadarinya sebelum Anda menyesal dengan kerugian yang datang. Oleh karenanya, mulailah tanamkan di dalam diri bahwa Anda tidak pernah ingin menjadi malas, kemudian lakukan beberapa cara menghilangkan rasa malas di bawah ini.
  1. Olahraga
    Berolahraga merupakan cara yang efektif untuk menambah energi. Dengan berolahraga tubuh menjadi lebih segar dan selalu bersemangat ketika dihadapkan pada berbagai aktivitas. 2. Beristirahat
    Istirahat yang cukup juga merupakan salah satu cara agar Anda terhindar dari kemalasan. Istirahatlah seperlunya, jangan sampai kurang karena itu akan membuat Anda letih dan jangan sampai berlebih karena itu akan menandakan bahwa Anda merupakan orang yang malas.
    3. Menetapkan hal yang penting
    Cara ini juga terbukti merupakan cara yang efektif. Biasanya jika seseorang memiliki hal yang sangat penting, biasanya dia akan secara tiba-tiba menjadi rajin untuk mengerjakan atau mengejar hal penting tersebut.
    4. Memberikan hadiah untuk diri sendiri
    Cara ini juga berhasil dilakukan pada sebagian orang. Jadi. Manjakanlah diri Anda dengan hadiah jika Anda bisa mengerjakan sesuatu dan melawan rasa malas.
    5. Memikirkan penyesalan atau kerugian
    Luangkan waktu beberapa menit saja untuk berpikir hal apa yang akan terjadi jika Anda malas dan tidak mengerjakan sesuatu yang sebenarnya bisa Anda kerjakan.
    6. Melakukan sesuatu dalam satu waktu
    Usahakan untuk melakukan sesuatu atau satu kegiatan atau satu pekerjaan dalam satu waktu dan tidak untuk menundanya atau menyelesaikannya hanya sebagian. Hal tersebut akan membuat diri menjadi malas ketika hendak melanjutkan.
Keenam cara cepat menghilangkan rasa malas tersebut merupakan cara yang umum untuk dilakukan. Sebenarnya masing-masing dari poin di atas merupakan sesuatu yang tidak sulit untuk dilakukan. Hanya saja semua cara akan menjadi sulit jika diri Anda sendiri tidak terbuka untuk menghilangkan rasa malas. Segera lawan rasa malas dan jadilah pribadi yang produktif.

Belajar Mendengar

Belajar Mendengar
Seorang ibu bertanya kepada anaknya yang berusia 5 tahun, “Kalau mama dan kamu sedang pergi bermain bersama, lalu kita kehausan tapi tidak ada air, dan kebetulan di dalam tas kecil kamu ada 2 buah apel, apa yang kamu akan lakukan?”

Si anak berpikir sejenak, lalu menjawab mantap, “Saya akan menggigit kedua apel tersebut.”
Mendengar jawaban si anak, ibunya pun kecewa. Awalnya ia berpikir untuk segera mengajarkan anaknya mengenai apa yang seharusnya dilakukan, namun sang ibu terdiam dan mencoba bersabar.
Kemudian sang ibu berkata lembut sambil membelai sayang kepala anaknya, “Bisakah kamu beritahu mama alasan, kenapa kamu melakukan itu?”

Si anak pun menjawab dengan lugu, sambil matanya berbinar cerah. “Karena…. karena saya mau memberikan apel yang lebih manis kepada mama.”

Begitu mendengarnya, hati sang ibu pun tersentuh. Tanpa terasa, air mata haru pun jatuh membasahi pipinya.
Terkadang, dalam keluarga dekat/harmonis pun, bisa muncul kesalahpahaman. Untuk itu, yang kita perlukan adalah kesabaran dan kemauan untuk mendengar secara tuntas penjelasan dari orang-orang yang kita kasih

Filosofi Pohon Bambu

Filosofi Pohon Bambu
Tahukah anda bahwa pohon bambu tidak akan menunjukkan pertumbuhan berarti selama 5 tahun pertama.
Walaupun setiap hari disiram & dipupuk, tumbuhnya hanya beberapa puluh centimeter saja.
Namun setelah 5 tahun kemudian, pertumbuhan pohon bambu sangat dahsyat & ukuran nya tidak lagi dalam hitungan centimeter melainkan meter.
Lantas sebetulnya apa yang terjadi pada sebuah pohon bambu ???
Ternyata selama 5 tahun pertama, ia mengalami pertumbuhan dahsyat pada akar (BUKAN) pada batang, yang mana daripada itu, pohon bambu sedang mempersiapkan pondasi yang sangat kuat, agar ia bisa menopang ketinggian nya yang berpuluh puluh meter kelak dikemudian hari.
MORAL OF THE STORY
Jika kita mengalami suatu hambatan & kegagalan, bukan berarti kita tidak mengalami perkembangan, melainkan justru kita sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa didalam diri kita.

Ketika kita lelah & hampir menyerah dalam menghadapi kerasnya kehidupan, jangan pernah terbersit pupus harapan.
Ada pameo yang mengatakan “the hardest part of a rocket to reach orbit is to get through the earth’s gravity” (“bagian terberat agar sebuah roket mencapai orbit adalah saat melalui gravitasi bumi”).
Jika kita perhatikan, bagian peralatan pendukung terbesar yang dibawa oleh sebuah roket adalah jet pendorong untuk melewati atmosphere & gravitasi bumi.
Setelah roket melewati atmosphere, jet pendorong akan dilepas & roket akan terbang dengan bahan bakar minimum pada ruang angkasa tanpa bobot, melayang ringan, & tanpa usaha keras.
Demikian pula dengan manusia, bagian TERBERAT dari sebuah KESUKSESAN adalah disaat awal seseorang MEMULAI USAHA dari sebuah perjuangan, karena segala sesuatu terasa begitu BERAT & PENUH TEKANAN.
Namun bila ia dapat melewati batas tertentu, sesungguhnya seseorang dapat merasakan segala kemudahan & kebebasan dari tekanan & beban.
Namun sayangnya, banyak orang yang MENYERAH disaat tekanan & beban dirasakan terlalu berat, bagai sebuah roket yang gagal menembus atmosphere.
Buya Hamka berkata “kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup &  kalau kerja sekedar kerja, kera juga bekerja”.
Ketika pohon bambu ditiup angin kencang, ia akan merunduk, tetapi setelah angin berlalu, dia akan tegak kembali, laksana perjalanan hidup seorang manusia yang tak pernah lepas dari cobaan & rintangan.
Maka jadilah seperti pohon bambu !!!
Fleksibilitas pohon bambu mengajarkan kita sikap hidup yang berpijak pada keteguhan hati dalam menjalani hidup, walaupun badai & topan menerpa.
Tidak ada kata menyerah untuk terus tumbuh, tidak ada alasan untuk terpendam dalam keterbatasan, karena bagaimanapun pertumbuhan demi pertumbuhan harus diawali dari kemampuan untuk mempertahankan diri dalam kondisi yang paling sulit sekalipun.
Pastikan dalam hari hari kedepan, hidup kita akan *MENJULANG TINGGI & menjadi PEMBAWA BERKAT* bagi sesama, seperti halnya pohon bambu.

Yang Sudah Berlalu Tak Perlu Disesali

penyesalan

Suatu ketika, ada seorang pemuda yang mendapat warisan dari orangtuanya. Karena tergolong keluarga sederhana, ia hanya mendapat sedikit uang dan beberapa buah buku. Sebelum meninggal, ayahnya berpesan, “Anakku, buku-buku ini adalah harta yang tak terhingga nilainya. Ayah berikan kepadamu, baca dan pelajarilah. Mudah-mudahan kelak  nasibmu bisa berubah lebih baik. Dan ini sedikit uang, pakailah untuk menyambung hidup dan bekerjalah dengan rajin untuk menghidupi dirimu sendiri.”
Tak berapa lama, uang yang ditinggalkan pun habis terpakai. Sejenak ia melongok buku-buku peninggalan ayahnya. Ia teringat pesan dari orangtuanya agar belajar dari buku tersebut. Karena malas, ia mengambil jalan pintas. Buku itu dijual kepada teman yang mau membeli karena kasihan. Sebagai gantinya, ia mendapatkan beras untuk makan sehari-hari.
Beberapa saat kemudian, si pemuda harus mulai bekerja kasar demi menyambung hidup. Yang membuatnya heran, teman yang dulu membeli bukunya, kini hidupnya kelihatan nyaman dan semakin maju. Karena penasaran ingin tahu, apa yang membuat teman tadi bisa berhasil hidupnya, dia mendatangi dan bertanya.
Meski sempat tidak mau membuka rahasia, setelah didesak dan kasihan melihat nasib si pemuda, akhirnya si teman terbuka. “Sebenarnya, aku sangat terbantu dengan buku yang kamu jual padaku. Dulu aku beli buku itu karena kasihan kepadamu. Kubiarkan saja berdebu di sudut kamar. Suatu hari, iseng karena ingin tahu, kubaca dan ternyata, wahh…isinya bagus sekali! Sebuah pelajaran hidup yang luar biasa.”
“Bukan itu saja,” sambung temannya. “Di dalam buku itu terselip pesan, agar si pembaca setelah menguasai isi buku tersebut mau praktik dengan sungguh-sungguh. Sungguh, aku beruntung aku mendapat buku itu darimu. Lihat, hidupku jadi berubah. Sebenarnya, dari mana buku-bukumu itu berasal?”
Mendengar cerita temannya itu, si pemuda sangat menyesal. Harta peninggalan ayahnya ternyata jauh lebih berharga dari yang ia kira. Karena malas membaca, kini ia hanya jadi pekerja kasar yang hidup ala kadarnya.
“Buku itu sebenarnya warisan dari orangtuaku,” jawab si pemuda. “Jujur, aku malas membacanya dan tidak tahu kalau ayahku menyimpan pesan yang sangat berharga. Sungguh, aku menyesal. Teman, boleh aku pinjam kembali buku-buku itu untuk memulai hidupku yang baru? Aku ingin bisa mengubah hidupku menjadi lebih baik.”

Cerita Motivasi Pendek - 4 Lilin

Ada empat buah lilin yang menyala dengan terang. Suasana begitu hening hingga terdengarlah percakapan mereka. Lilin pertama berkata, “Aku adalah kedamaian. Tidak ada seorang pun yang mampu menjaga cahayaku di segala kondisi. Aku yakin bahwa aku harus pergi dan aku merasa tidak mempunyai alasan untuk tetap tinggal.” Lilin itu pun memadamkan cahayanya dengan menguranginya secara berangsur – angsur hingga cahayanya benar – benar lenyap.

Lilin kedua berkata, “Aku adalah iman.” Satu hembusan angin pun bertiup dan memadamkan cahayanya secara total.

Ketika gilirannya tiba, dengan sedih lilin ketiga berkata, “Aku adalah kasih sayang. Aku tidak mempunyai kemampuan untuk terus ada. Tidak ada lagi seseorang yang mempedulikan aku, sedang orang – orang tidak menghormati nilai – nilaiku dan mereka melupakan kasih sayang orang yang paling dekat dengan mereka.”

Tiba – tiba, ada seorang anak kecil masuk ke kamar itu dan menyaksikan apa yang terjadi dengan ketiga lilin itu. Anak kecil itu pun mulai menangis. Saat itulah lilin keempat angkat bicara dan berkata, “Jangan takut, hai anakku. Selama aku masih ada, kita mampu menyalakan kembali tiga lilin itu. Aku adalah harapan.”

Dengan mata yang berseri – seri, anak kecil itu meraih lilin harapan dan mulai menyalakan ketiga lilin lainnya.
Sinar harapan tidak boleh padam dari kehidupan kita. Dengan itu, manusia mampu menjaga iman, kedamaian, dan kasih sayang.

Sesungguhnya perumpamaan optimisme dan harapan adalah seperti kelemahan dan keputusasaan, yakni : bisa di pelajari.

Cerita Motivasi - Malaikat dan Pengusaha

Malaikat dan Pengusaha
Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke, sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya. Malaikat memulai pembicaraan, "Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!"

"Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang ..." kata si pengusaha ini dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.

Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, "Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit."

Dengan lembut si Malaikat berkata, "aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu."

Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra-putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka.

Kata Malaikat, "Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua - itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu."

Kembali terlihat di mana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, "Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar di hadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri." Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat.

Melihat peristiwa itu, tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini . . . timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa tapi waktunya sudah terlambat! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang!

Dengan setengah bergumam dia bertanya, "Apakah di antara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?"

Jawab si Malaikat, "Ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini, itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah."

Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.

Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, "Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu!! Kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00."

Dengan terheran-heran dan tidak percaya,si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

"Bukankah itu Panti Asuhan?" kata si pengusaha pelan.

"Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri."

"Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU, setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu."

***

Sahabatku, cerita ini hanyalah sebuah gambaran agar kita lebih instropeksi diri. Saya membayangkan ketika diri saya mati nanti, apakah orang disekeliling saya akan kehilangan, atau sebaliknya mereka mengabaikan atas kematian saya, atau yang paling parah apakah mereka bersyukur malah?

Ah.. mumpung kita masih diberi umur, lakukanlah yang terbaik untuk orang2 disekitar kita, kaena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya.

Dan satu lagi, janganlah engkau meremehkan sedekah, sesuai cerita diatas, justru sedekahnya yang menyelamatkan pengusaha tersebut...